Tuesday, January 19, 2016

Menyapa Indahnya Ternate Part 1 (Pendakian Gamalama)

Assalamu'alaikum para pembaca laman 


Berawal dari ajakan teman untuk menjelajahi kota ternate pada tahun 2015 lalu. tapi apa mau dikata..rencana tinggal rencana, mereka yang berangkat bulan september lalu bentrok dengan jadwal gw yang kala itu juga terlanjur join dengan teman untuk muncak Prau. Rencana awal untuk berangkat bersama pun hilang sudah. Ya sudah lah yaaa... toh ternate pun juga gak akan kemana mana ini kan. haha

Beberapa bulan berlalu sejak september dan tiba lah di penghujung november. Jreng jreeengg tiba tiba turun wangsit yang entah dari mana, terbelesit untuk mendaki kie matubu dan menjelajah kota ternate. Mungkin karena sudah beberapa bulan juga gak piknik ya, jadi kaki dah berasa pengen dibawa jalan ajah.

lanjut kita mempersiapkan penjelajahan !!

karena trip kali ini gw lebih berorientasi pada mendaki dan gw pun lebih memilih untuk solo trip. maka diputuskan sudah puntuk menggunakan Aplikasi penyelamat para solo traveller yaitu CS, Naah buat kalian semua yang belum kenal atau bingung apa itu CS, monggo bisa kenalan dulu nih ->> https://www.couchsurfing.com/ <<.


pencarian pun dimulai
Jreng jreeengg

Langsung aja keyword search city pada menu Host gw ketik Ternate. Alhasil muncul lah para sepuh sepuh alias masbro dan sista host traveller yang berasal dari sana. Nah buat sekedar referensi aja nih, kalo gw sindiri sih saat nyari host yang cocok, biar waktu pas ngetrip bukan BT atau Keki yang gw dapet mending mesti bener-bener lihat reference dari Host yang pengen gw minta bantuan nya, bisa juga lihat dari Bio atau photo-photo dan active nya siempunya akun. Kan percuma kalo udah send message tapi ga direspon karena si host udah ga active di CS. Kalo gw sih nyari yang recent active nya ga terlalu lama, sekitar 1 atau 2 minggu. Naah dengan semua itu nanti kalian bisa deh  merepresentasikan tentang calon si-Host nanti.


Lanjut ngalor ngidul nya nih..

Ternate pun udah masuk di Keyword City Host..dapet lah gw pengguna akun atas nama Fahmi Iskandar Alam *yang sekarang jadi temen gw ditimur sana* dan kebetulan jg recent active nya ga terlalu lama langsung aja gw send request message buat nge-host gw selama di ternate. Alhamdulillah dapet respon yang bagus, dan kita saling tuker kontak dan beberapa akun sosmed. ini penting loh buat saling ngenal pribadi dan gimana trek record lo. Dan lanjut lah gw langsung ke topik perbincangan..MENJELAJAH TERNATE..keinginan gw yang pengen banget muncak kie matubu dan explore kota ternate gw ungkapin tuh semua plan nya. dan fahmi pun merespon dengan cukup baik. dan doi juga bersedia nganter gw muncak. Alhamdulillah yaaaah


H-14 sebelum keberangkatan
ketika tiket sudah ditangan dan pikiran udah ga nentu *pikiran dah berangkat duluan kesana kayanya* tiba tiba fahmi mengabarkan tentang situasi kie matubu. Karena dari hasil diskusi gw meminta fahmi untuk mencari tau informasi tentang kie matubu, soal jalur tracking, dari mana kita mulai pendakian, sampe izin untuk mendaki. Karena gw sendiri cuma dapet info kie matubu lewat blog. Sebelum H-14 semua baik baik aja, dan tiba saat nya waktu fahmi bilang kalau kie matubu hanya bisa didaki pada hari hari tertentu saja, dan disana rupanya juga suka terdapat ritual diatas gunung (YKWIM) dan di puncak pun sudah ga steril, banyak yang mempergunakan nya untuk melakukan hal hal yang tidak pantas (YKWIM lagi). YAH lemas sudah, sepertinya gagal muncak ini. Namun beberapa hari kemudian fahmi mengabarkan untuk menggganti opsi pendakian...yup, GAMALAMA..eehhhhmmmmm hhhhhhmmmm gamalama ya, yakin? dalam hati gw sih gitu. karena gak kepikiran sebelumnya untuk kesana. Ya sebab karena itu termasuk gunung aktif yah, intensitas aktif nya pun cukup sering setidak nya per tahun. yasudah lah lanjut kita diskusikan tentang rencana mendaki gamalama. Soal status gunung yang menurut fahmi aman sudah membuat gw cukup lega, tinggal selanjutnya soal jalur pendakian dan perlengkapan muncak.

ALHAMDULILLAH
beberapa hari kemudian fahmi ngabarin gw kalo dia menemukan kenalan yang bisa membawa kita ke Gamalama, Awalnya satu orang namun saran gw sepertinya harus ditambah satu lagi jadi kita muncak berempat. Dari blog yang gw baca, ada beberapa hal yang harus kita patuhi saat mendaki gamalama, tidak meyakini sebenernya hanya mematuhi peraturan adat istiadat setempat. Yaitu salah satunya mendaki dalam jumlah genap. Lanjut soal perlengkapan, saya dan fahmi sudah sepakat untuk memebeli logistik dan gas saat saya tiba di ternate. Status gunung yang adem ayem, kawan untuk guide tracking, perlengkapan pun oke. Tinggal menunggu hari H.



Tanggal 9 Januari 2016 sabtu dini hari 00.10

jam 00.10 gw tiba diterminal 2F bandara Soekarno-Hatta. sambil Menuggu boarding karena pesawat take off pukul 01.40. Dan waktu yang ditunggu tunggu datang juga ..boarding!! GA-648 siap mengantarkan kami menuju Ternate.



untuk flight kali ini tidak full book..jadi berasa di bussiness class bisa selonjoran apalagi bobo cantik noh kayak yang disebelah gw. haha

terbang selama 3jam10 menit dari jakarta dan kami mendarat di sultan Bablullah airport Ternate pukul 07. 10 waktu Indonesia bagian timur alias WIT,oh ya perbedaan waktu antara ternate dan jakarta itu 2 jam.


*Ternate HERE I COME*


Sampai dibandara langsung gw menuju kebagian pengambilan bagasi, begitu sudah dapat buntelan tas carrier dan gw menuju ruang security item. Oh ya karena membawa tracking pole, dan riskan patah atau terjatuh saat masuk cargo gw mamutuskan untuk menjadikan barang security item. jadi lebih aman dan ga takut tertinggal di cargo. tetapi barang hanya dapat diambil di bagian security atau claim baggage di bandara tujuan. Bagasi dah kumplit langsung gw mengkontak fahmi, dan ternyata dia sudah berada di bandara. ya jelas karena sebelum berangkat dari jakarta gw memberi tahu jam berapa gw tiba disana. first meet nih ceritanya...lanjut kita sarapan dan menuju kosan fahmi, untuk istirahat persiapan untuk nanti sore, maklum karena kurang tidur dipesawat jadi ngumpulin energi buat muncak itu perlu banget.



*dikosan dapet bonus spot dengan panorama ajib nih !!!





pukul 15.00 waktu ternate gw dan fahmi bersiap menuju supermarket untuk belanja logistik dan keperluan muncak. karena target kita hanya ngecamp satu malam diatas jadi ga perlu banyak untuk stok logistik, cuma beberapa bungkus mie instan dan beberapa biskuit, gas buat masak. Tapi untuk persedian air kita beli banyak nih, karena perkiraan kita diatas lagi ga ada air. dan bener aja pas kita muncak ada beberapa mata air saat lewat pos 2 yang waktu itu dalam kondisi kering sama sekali. Alhamdulillah aman.

Logistik beres lanjut packing dan Berangkaattt !
i'm so excited

Packing kelar dan kawan fahmi yang bakal nemenin kita pun sudah datang, ada Ario dan Elong yang bakal nemenin kita muncak..ngobrol-ngobrol sambil mengakrabkan diri, nah ternyata mereka sebelumnya sudah beberapa kali ke gamalama kalo dibilang sih udah khatam sama gamalama. pukul 17.00 kita lanjut menuju basecamp Gamalama, nah disini yang agak unik kalo kebanyakan gunung-gunung dijawa punya pos registrasi atau basecamp buat para pendaki..di gamalama kita cuma bakal nemuin rumah Abah sang juru kunci Gamalama. kebetulan kosan fahmi menuju rumah Abah dan jalur pendakian ga terlalu jauh, karena berada disatu jalan yang sama. dirumah abah kita semacam dikasih petuah gitu sebelum naik ke gamalama, seperti kalo naik kesana itu harus lah dengan niat, tidak boleh berbuat yang aneh-aneh. Tentu semua nya disampaikan menggunakan bahasa maluku, itu yang gw tau saat tanya ke fahmi yang mencoba untuk menstranslit. Saat kalian hendak meminta izin ke abah baiknya si membawa bungkusan seperti makanan atau rokok..seperti yang gw dan fahmi lakukan waktu itu. Karena di gamalama tidak ada simaksi untuk muncak, alias Gratis!


18.30 WIT
Siap muncak




                                              *Pemandangan kie matubu dari depan rumah Abah*

soal izin mengizin udah beres dan akhirnya kita
start muncak pukul 18.00 waktu ternate. perjalanan diawal bikin paru paru kembang kempis juga, karena trek yang cenderung menanjak tiada habis. Dan setidak nya butuh 3 jam untuk sampe pos satu
dah karena ini trek malam, jadi Headlamp sangat dibutuhkan loh. Oh ya, sebelumnya untuk mendaki Gamalama memang kita memilih untuk tracking pada malam hari, saran dari Ario dan Elong memang sudah kebiasaan para pendaki disana katanya. setidaknya dibutuhkan 7 jam untuk sampai puncak melewati pos 4 Pos sebelum menuju puncak. 

Pos 1 
Dipos satu kita memutuskan untuk istirahat
Pukul 21.00


*Biar tracking malem, tetep berkeringat*


lanjut kita ke pos 2.. dari pos 1 ke pos 2 tak membutuhkan waktu terlalu lama kira kira 1-2 jam 
Pukul 22.15


*di pos 2 kita ngumpulin energi buat lanjut ke pos 3*

Karena jarak pos 3 dan pos 4 yang gak terlalu jauh, maka kita putuskan untuk tidak beristirahat terlalu lama..minum sebentar dan lanjut kita.

Dari pos 3 menuju pos 4 jalur memang ga terlalu jauh, tapi kondisi jalur bisa bikin betis kenceng..karena rata rata didominasi sama jalan menanjak. Dan point penting saat hendak menuju pos 4, kalian bakal melewati daerah (cano-cano) jalan rumput alang-alang, dan sesuai kepercaan orang lokal, apabila hendak melewati nya harus lah adzan terlebih dahulu, conon untuk membuka jalur yang rapat tertutup alang alang. Tapi waktu pas gw dan kawan kawan naik dan melewati cano cano, kondisi alang alang sudah terbuka dan jalur sudah jelas terlihat. Mungkin karena sebelum kita sudah banyak pendaki yang sudah sampai pos 4. Memang, waktu di rumah abah saat hendak registrasi pun terlihat beberapa pendaki yang menuliskan nama nya di buku registrasi. 


Tepat pukul 01.00 dan sampai kita dipos 4. 
Dan bener aja sudah ada beberapa grup yang sudah sampai dan sedang menikmati city light. Langsung kita mencari lapak buat ngecamp. Ini yang bikin pendakian kali ini special, karena kita gak pake tenda buat ngecamp, cuma terbungkuskan sleeping bag beralaskan matras dan beratapkan bintang (berjuta juta bintang, noted!). Memang sepertinya Ario sudah memperkirakan cuaca sebelumnya, kalo ga ada hujan saat kita muncak Gamalama. Lapak didapat sudah dan saat nya kita foto foto menikmati city light 

jreng jreengg

*city light..yeaaah*



*Narsis dikit..haha*


Sunrise, hadiah bangun tidur terindah !
Gimana ngga, begitu melek kalian langsung disuguhin pemandangan ajib karya sang Maha Kuasa, Langit biru gelap dan garis jingga keemasan yang kalo dilihat bikin merinding.






*Kie matubu menyapa dari dinginnya pagi*

menurut gw dipos 4 secara geografis mirip sama Pasar bubrah Gn. Merapi di Jogja. karena dari pos 4 ke puncak masih harus muncak lagi. dan dipos 4 lapak nya juga agak luas. tapi kebanyakan temen temen pendaki ngecamp di sebelum masuk daerah pos 4 yang seperti pasar bubrah, karena memang disana aktivitas asap belerang masih lumayan kenceng. jadikan gak aman yah.

Saat nya Gamalama dengan 1715 Mdpl nya


*nampak pulau hiri dan laut halmahera*




*nih dia team hore nya..from right>>gw,fahmi,elong,ario*





*gaya dikit lah





*Gamalama tampak gagah*










*pasar bubrah-nya gamalama* 



Sayang nya kita ga sempat untuk naik puncak kawah gamalama. Mungkin karena tenaga kita yang belum balik 100 % yah, secara cuma tidur beberapa jam aja. Jadi gw fikir dari pada maksain ga bisa turun, mending ya sudah cukup sampai pos 4 saja. Toh kita muncak kan ga sekedar ambil gambar, dan yang terpenting ga memaksakan ego,dan juga karena tubuh juga punya batasan.

Tracking down

Setelah puas foto foto, seflie selfie, wefie wefie diatas, pukul 09.00 kita memutuskan untuk turun 
nah disini baru deh keliatan seperti apa jalur yang kita lewati tadi malam..dari mulai cano-cano sampai bawah.. yang ternyata ga kalah keren dari view diatas !


 *disisi kiri spot ngecamp*








 *Kepercayaan lokal mesti Adzan sebelum masuk jalur ini (cano-cano)*









 *terowongan alang-alang*



















 *sempat bertemu teman teman asli ternate yang juga muncak* 







 *Begitu turun kalian bakalan dapet panorama ajib!





*Saat sudah melewati pos 1 mulai kelihatan pohon bambu dan pohon pala


Dan soal jalur pendakian di Gamalama ada dua jalur resmi yang tersedia buat para pendaki yakni jalur Marikurubu dan jalur Moya. dan kebetulan jalur yang kita lewatin adalah jalur moya, karena menurut ario juga elong jalur ini yang masih lumayan dibanding marikurubu. Memang jalur agak panjang tapi medan cenderung bervariatif, dan gak begitu curam. 

Total waktu yang kita butuhin sampai balik ke rumah abah yakni 3 jam. 
eh ya..dirumah abah kita juga bisa menitipkan motor, dan disana ga dipungut biaya parkir..nah seperti yang tadi gw bilang, kalian cuma perlu membawa sesuatu saat hendak minta izin kepada abah..bisa berupa makanan juga rokok (kalo ini lebih keadat nya orang Indonesia kali ya).


__Soo..Panorama dari atas sampe bawah emang ga ada celah, semua punya keunikan masing-masing, jadi ga perlu ragu buat lihat keindahan ternate dari Gn. Gamalama ^^__







To be Continued...